Presiden Joko Widodo, yang akan kembali mencalonkan diri dalam Pemilu Eksekutif 2019 telah mengumumkan calon pendampingnya yaitu Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, MUI, Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin. Pemilihan Cawapres ini tentu merupakan sebuah langkah strategis dan bukan tanpa tujuan besar. Selain untuk menyatukan masyarakat sekuler, nasionalis, dan agamis, pemilihan Kyai Ma’ruf Amin juga bertujuan untuk menggenjot tingkat perekonomian Indonesia dengan ekonomi berbasis Islam. Karena, sebagaimana diketahui, Kyai Ma’ruf Amin adalah pakar ekonomi Syariah.

Pemilihan Cawapres ini didukung penuh semua partai koalisi, karena dianggap sebagai keputusan yang sangat tepat. Meski dari sisi usia Prof Dr. Ma’ruf Amin dianggap terlalu tua, namun pengalaman beliau dalam memimpin MUI dan sebagai tokoh yang diterima banyak kalangan terutama warga NU dan Muhammadiyah sangat diperhitungkan.

Dengan deklarasi Cawapres ini, Jokowi dianggap semakin memperkuat elektabilitasnya dalam pemilu tahun 2019 mendatang. Kaum relijius yang (sebagian) kontra Jokowi pun diperkirakan akan berbalik mendukungnya.