Meski Ir Soekarno, proklamator dan presiden RI pertama menyatakan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, namun realita Pancasila sendiri sebagai dasar negara, adalah sebuah ideologi sekuler, atau mayoritas nilai-nilainya sekuler.
Bicara Pancasila, kita pasti bicara 5 sila. Karena kedudukan 5 sila itu setara dan seimbang dalam kehidupan berbangsa, bernegara, maka kita bisa nilai masing-masing sila 20%. Total 100%. Tidak ada satu pun pernyataan resmi negara bahwa salah satu sila lebih tinggi nilainya dari sila lain.

👉Apa itu sekuler?

Sekuler (secular) artinya pemisahan hak beragama dan bertuhan rakyat suatu negara dengan pengelolaan negara yang ditentuken oleh penyelenggara pemerintahan. Rakyat bebas memeluk keyakinan apapun, memilih tuhan / dewa / dewi manapun, atau tak memilih satu pun. Semua memiliki hak yang sama persis dengan orang lain. Pemerintah menetapken semua agama dan umat beragama sama rata, adil tanpa pandang mana mayoritas, mana minoritas.
Negara berdiri sama jaraknya dengan semua agama.

Sila-1 bicara tentang negeri yang berketuhanan.
Jadi nilainya 20%?
Bukan.
Tuhan yang ditulis bukan tuhan salah satu keyakinan. Tak ditulis tuhan Allah SWT, Yesus Kristus, Brahman, dll. Tapi tuhan yang esa. Jadi tuhan yang esa itu yang mana? Allah yang maha esa, Yesus yang maha esa, atau Brahman yang maha esa?
Ingat, masing-masing umat itu hanya mau mengakui tuhan/dewanya masing-masing dan saling menolak konsep ketuhanan umat lainnya. Artinya tuhan rakyat Indonesia memang tak hanya satu.
Belum lagi dewa-dewi Konghuccu yang juga agama resmi di Indonesia, jumlahnya ada puluhan bahkan ratusan.Tuhan yang maha esa? Jelas tidak memenuhi syarat disebut esa, jika esa diartiken satu. Jadi nilai sila pertama ini hanya 10%. Sisanya, 10% lagi menambah poin untuk sila-sila sekuler, karena negara harus berdiri di posisi netral, tidak ikut campur (bersikap sekuler) untuk mengakui hak berketuhanan pada semua tuhan-tuhin dan dewa-dewi tersebut.

Posisi Sila Ketuhanan dalam Pancasila adalah jaminan hak dan pengakuan ketuhanan yang dianut setiap warganegara. Butir-butir Eka Prasetya Pancasila menegaskan bahwa Sila pertama bicara Hak berketuhanan, bukan kewajiban berketuhanan.

Sisanya selain itu (4 sila x 20% = 80%), hanya bicara aturan untuk manusia Indonesia tanpa peduli apapun agama dan tuhannya (sekuler). Berarti 10% + 80% = 90%. Sehingga 90% isi Pancasila adalah ideologi sekulerisme.